Laporan Kegiatan: Pembekalan Asesmen Lapangan Asesi Akreditasi Unggul Batch 1 Tahun 2026 LAM Teknik
JAKARTA – Dalam rangka mengawali siklus akreditasi tahun 2026, Lembaga Akreditasi Mandiri Program Studi Keteknikan (LAM Teknik) menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Asesmen Lapangan Batch 1 pada tanggal 10 Februari 2026 untuk Asesi Akreditasi Unggul. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan dihadiri oleh 252 peserta yang merupakan perwakilan dari Unit Pengelola Program Studi (UPPS).
Kegiatan ini diisi oleh pemateri dari dewan eksekutif LAM Teknik, yakni Prof. Dr-Ing. Ir. Misri Gozan, M. Tech., IPU., ASEAN Eng. , Prof. Ir. Meilana Dharma Putra, M.Sc., Ph.D., IPM., ASEANG Eng. , Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN Eng. dan Prof. Dr.-Ing, Ir. Nasrudin, M.Eng. . Pembekalan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi serta memberikan panduan komprehensif kepada UPPS mengenai prosedur, etika, dan substansi penilaian dalam tahap Asesmen Lapangan (AL) asesi Akreditasi Unggul LAM Teknik.
Paradigma Baru: Akreditasi Berbasis Luaran dan Transparansi
Dalam paparannya, Prof. Dr-Ing. Ir. Misri Gozan, M. Tech., IPU., ASEAN Eng. menekankan transformasi paradigma akreditasi yang kini lebih menitikberatkan pada luaran (outcome-based) dan pencapaian riil program studi. Beliau menegaskan bahwa peran asesor telah bertransformasi tidak hanya sebagai pemeriksa dokumen, tetapi juga sebagai fasilitator peningkatan kualitas. Sistem ini menuntut transparansi dan kejujuran dari pengelola program studi, di mana fokus penilaian bergeser dari sekadar skor administratif menuju evaluasi mendalam terhadap efektivitas proses pembelajaran.
Mekanisme Operasional dan Protokol Penilaian
Prof. Ir. Meilana Dharma Putra, M.Sc., Ph.D., IPM., ASEANG Eng. menguraikan detail teknis operasional selama proses visitasi. Beberapa poin krusial meliputi pentingnya integritas umpan balik sebagai instrumen evaluasi layanan akreditasi, serta kesiapan UPPS dalam menerapkan protokol kesehatan dan keselamatan kerja (K3) melalui Tim Tanggap Darurat guna menjamin kelancaran proses penilaian di lapangan.
Regulasi Logistik dan Independensi Asesor
Mengenai aspek pelaksanaan, Prof. Dr.-Ing, Ir. Nasrudin, M.Eng. menjelaskan jadwal penilaian yang dijadwalkan berlangsung antara Februari hingga Maret 2026. Terdapat regulasi ketat untuk menjaga objektivitas penilaian, di antaranya:
Independensi: Larangan pemberian fasilitas khusus atau gratifikasi dalam bentuk apa pun kepada tim asesor.
Validitas Digital: Pengakuan dokumen digital sebagai bukti otentik yang sah dalam sistem penilaian.
Hak Klarifikasi: UPPS diberikan ruang untuk memberikan tanggapan terhadap Laporan Asesmen Lapangan melalui sistem SAKTI dalam kurun waktu tiga hari setelah penilaian berakhir.
Parameter Kelulusan dan Kriteria Unggul
Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN Eng. membedah kriteria teknis untuk mencapai peringkat Akreditasi Unggul, dengan fokus pada tujuh kriteria utama, termasuk kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Parameter keberhasilan mencakup kualifikasi akademik dosen, produktivitas riset, serta efektivitas kurikulum dalam merespons kebutuhan industri yang dibuktikan melalui data tracer study dan tingkat kepuasan pengguna lulusan.
Pertemuan juga menggarisbawahi pentingnya keterlibatan aktif alumni dan pengguna lulusan dalam sesi wawancara. Meskipun koordinasi dilakukan secara daring, partisipasi representatif dari setiap angkatan menjadi faktor penentu dalam memvalidasi relevansi kurikulum dengan realitas praktik keteknikan di dunia kerja.
Melalui pembekalan intensif ini, LAM Teknik berharap seluruh UPPSA Asesi Akreditasi Unggul Batch 1 Tahun 2026 dapat mempersiapkan dokumen dan bukti fisik secara optimal. Dengan pemahaman yang mendalam mengenai standar mutu yang ditetapkan, diharapkan institusi pendidikan teknik di Indonesia dapat terus bergerak menuju standar Engineering Excellence di tingkat internasional.